Friday, September 24, 2010

Gelombang Panas (Heat Waves)

Badai topan dan gempa bumi lebih sering menghiasi headline harian di dunia namun ternyata gelombang panas (heatwaves) baik secara langsung ataupun tidak langsung juga banyak menelan korban jiwa seperti yang terjadi beberapa pekan terakhir di benua Eropa dari Rusia hingga mencapai Portugal yang membuat suhu udara meningkat sangat drastis dan menyebabkan banyak kematian karena hipertermia, kegagalan panen, kebakaran hutan, terputusnya sambungan listrik karena penggunaan pendinginan udara yang terlalu meningkat hingga melunakkan aspal jalan raya dan mengakibatkan banyak kecelakaan lalu-lintas. Bahkan di Bryansk, Rusia, dampak dari gelombang panas ini sisa-sisa partikel radioaktif dari ledakan Chernobyl tahun 1986 yang sudah terserap kedalam tanah dikhawatirkan akan terlepas kembali ke udara dan dapat membentuk awan radioaktif yang sangat membahayakan.

Tidak hanya menyerang Eropa, gelombang panas juga terjadi di Asia. Di Jepang mengakibatkan sedikitnya 66 orang tewas dan 15.000 lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat hipertermia dan serangan otak (stroke). Sementara di Cina, suhu udara mencapai 44 derajat Celcius dan menyebabkan puluhan mesin bus di Beijing mengalami kebocoran hingga mengeluarkan oli dan terbakar. Bahkan Timur Tengah juga tak luput dari serangan gelombang panas tahun ini, hingga majelis ulama di Uni Emirat Arab mengeluarkan fatwa menbolehkan buruh untuk tidak berpuasa jika suhu udara terlalu panas.
DEFINISI
Gelombang panas pada dasarnya adalah sebuah kondisi cuaca panas dan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Ada beberapa fakta dasar tentang bagaimana gelombang panas terjadi di mana-mana. Pertama-tama iklim di beberapa tempat jelas lebih panas daripada dianggap normal selama waktu tertentu dalam setahun. Jenis cuaca yang berlangsung selama beberapa waktu yang akan membawa sekitar beberapa jenis risiko kesehatan manusia dan hewan, dan mungkin juga menyebabkan beban tambahan pada kesejahteraan umum.
Namun, penyebab utama dari gelombang panas dan perubahan suhu telah terutama disebabkan oleh pemanasan global off terlambat. Beberapa tempat di seluruh dunia mendefinisikan gelombang panas adalah periode lanjutan dari cuaca yang sangat panas dan diikuti oleh kelembaban tinggi yang biasa terjadi di wilayah yang sedang mengalami musim panas. Namun, definisi ini tidaklah selalu tepat karena tergantung dari rata-rata temperatur harian di suatu wilayah.
DAMPAK
Jika suhu panasnya terlalu ekstrem maka tubuh akan mengalami reaksi kelelahan yang ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala bahkan mengalami pingsan.
Namun jika kondisinya sangat parah bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke panas (heat stroke) yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Ketika tubuh seseorang terkena udara panas dalam jangka waktu yang lama, maka kondisi ini akan menghalangi kemampuan tubuh untuk berkeringat. Hal ini disebabkan keringat dikeringkan oleh udara akibat adanya efek pendinginan pada tubuh.
Jika seseorang berhenti berkeringat, maka dalam jangka waktu yang pendek seseorang akan mengalami perpindahan dari kelelahan panas (heat exhaustion) menjadi stroke panas (heat stroke).

sumber: 

0 comments:

Post a Comment